After Marriage: Antara Hobby dan Kewajiban..

Suamiku punya hobinya sendiri, aku pun begitu.. dan kami mempunya hobi yang sama dari pacaran hingga saat ini tetap dijalani.. kami berdua sukanya, nge-game.. game online, game offline, PS (kalo ada), Game Android, game apapun itu selama bagus dan keren.. pasti dimainkan.. selain itu kami berdua punya hobi lain yang sama, yaitu Nonton.. Nonton Bioskop, Nonton Film Korea, Drama Korea, Nonton Tv Series, Nonton berita/infotainment Kecuali nonton sinetron yaa.. hahha

Diantara hobi yang sama itu ada juga hobi lain… yang bertentangan, contohnya. aku hobinya memasak, suamiku hobinya menghabiskan makanan, ato aku hobinya bikin berantakan kamar, suamiku justru hobinya memberesi kamar hahaha.. yah begitulah kehidupan kami beberapa waktu ini.. Menjadi istri itu gampang-gampang susah, disisi lain aku mensupport kehidupan, seperti masak, mencuci, memenuhi kebutuhan batin suami.. dan mencari uang saku sendiri.. disisi lain justru aku menyusahkan hihihi.. aku sebenernya malas bersih2 kamar, apalagi kamar itu menjadi sarang ku sendiri kalo siang hari.. suamiku justru paling hoby bersih-bersih. tapi semalas-malasnya aku, aku imbangi dengan hal lain.. aku punya hobby memasak, disinilah tempat dimana aku mencurahkan energi dan ideku pada masakanku..

Aku belum punya kulkas ato kompor sendiri, jadi masih numpang punyanya mertua, meskipun hobby ku masak, masak pun tidak sebebas waktu masih dipalembang.. itu kenapa aku lebih memilih masak dinner, dibanding menu makan siang.. (meanwhile begitu dulu ya hehe) dinner menjadi sesuatu hal yang luar biasa karena dinner lah aku bisa masak dan makan berdua bareng suami (plus mertua), karena suami waktu lunch nya masih di kantor, jadi malem nya harus special.. kebanyakan masakan ku campur aduk.. kadang indonesian food, western, asian dll. yg penting mood nya dulu mau masak apa.. belanja bahan-bahan segar di pasar terdekat, untuk dimasak menjadi menu makan malam yang special..

Hmmm weekend nanti rencana mo bikin steak, padahal belum punya pengalaman masak steak.. begitulah aku.. suka sekali mencoba masak menu baru yang belum pernah dimasak, berexperimen dengan resep yang sudah ada, dan menemukan resep yang pas hasil takaran sendiri .. Suamiku jadi Juri, hahaa seperti gordon ramshay nya masterchef.. Hasil latihan coba-coba pasti dicobain, meskipun gagal suamiku suka kasih komentar apa yang salah dan kurang, tapi begitu hasilnya sukses.. Aduh aku jadi galau, karena suami biasanya tidak berkomentar langsung saja melahap habis smua makanan.. setelah selesai makan, suamiku biasanya memberikan kecupan di dahi sambil bilang “enaaaaakkk”… nah kalo dah begini biasanya aku suka sharing resep nya di blog ku tercinta ini, tapi karena baru2 ini ga bisa poto-poto akibat hp belum diperbaiki, sharing resep ditunda dulu.. padahal sudah numpuk resep di dropbox..

Untung sekali aku punya suami yang lidah sudah mencoba berbagai rasa, itu karena beberapa pengalaman dia dulu waktu masih kuliah di curtin, bertemu banyak teman dari berbagai negara hingga yang ga pantes buat dimakan haha.. jadi aku tidak susah-susah kalo masak yang aneh-aneh, sampe suamiku juga ternyata cocok dengan masakan korea, pernah coba masakan korea samgyetang dan bibimbap hingga kimchi, ternyata ga masalah buat dia.. justru dia tau kalo masakan nya itu autenthic (mencoba dine in di daegu beberapa waktu silam)

Aku dan suami punya kebiasaan yang sama, karena kami suka nonton film, jika saat makan tiba, kurang afdol rasanya kalo tidak disambil nonton film hasil downloatan suamiku.. apapun itu, terkadang nonton kdrama, film hollywood yang sudah lama tayang, ato bahkan kalo lagi hoki dapet film yang mau tayang dibioskop.. kami berdua biasa nya menyantap makan malam sambil nonton bersama, setelah makan, lanjut nonton nya, hingga film habis, lalu istirahat sebentar, dan lanjut nge-gaameeee.. hahaha

Setelah ngegame selesai, lanjut tidur dan tingkah nakal ku mulai deh hehe.. tak setiap hari seperti itu, tapi hampir keseharian kami seperti itu, terkadang kalo baru gajian ato dapet rejeki, aku dan suami punya hobi mencoba restoran yang baru launching atau yang belum pernah dikunjungi… dan hobiku biasanya nulis review tentang restoran itu diblog menanyakan komentar suamiku tentang menu yang dipesan yah bisa dibilang second reviewer :p.. kalo ga ada yang launching, kita suka menyantap makan malam berdua di resto favorite, dan kadang juga sering mengajak teman kantor suamiku buat dinner bersama sambil cerita.. aku nyaman dengan keadaan seperti ini, biasa ada banyak istri-istri atau suami-suami kalo diajak buat dinner bareng teman kerja nya, suka males bahkan bilng ngbosenin, tapi tidak buatku, aku suka sekali berbaur dengan mereka, karena prinsipku, teman nya suamiku teman ku juga.. at least they know who i am.. bukannya kehidupan bersocial harusnya sperti itu ya?

Dirumah aktifitas ku hampir sepenuhnya di dalam kamar depan komputer, mau jalan-jalan keluar aku harus bersama dengan suami tercinta, meanwhile masih trauma naek motor sendiri, apalagi belum punya SIM jadi belum bisa kemana-mana sendiri.. jadi ini menambah nilai plus buat keharmonisan kami..

Kalo ngomongin soal kewajiban, sepertinya sudah pernah aku sharing di salah satu postingan ku disini, yah diantaranya sama seperti postingan itu, for now jadi istri kewajiban nya ya itu2 aja, secara psikologis maupun untuk memenuhi kebutuhan lainnya, suami dan istri harus saling support, ga boleh mengeluh, skali mengeluh boleh-boleh saja asal jgn keseringan ntar justru ga baik buat keharmonisan berumahtangga, sapa yang ga muak mendengar keluhan/ocehan emosi didalam rumah (bayangin jaman masih suka diomelin orang tua). dijalanin aja trus dengan ikhlas, life just a process, process of making.. suatu harii nanti pasti ada hasilnya..

Suamiku, meskipun hampir separuh dari penghasilannya untuk menutupi hutang pernikahan kemarin, kami masih bisa menikmati hidup bersama-sama, yah cukuplah buat nafkah dan have fun berdua.. begitu juga aku.. badanku mengurus bukan karena aku kurang makan, aku makan seperti biasa, karena aku salah me-manage waktu, aku hampir menghabiskan waktuku didepan komputer, berkutat dengan photoshop dan illustrator, coding css dan lupa waktu lupa makan, bahkan begadang hingga jam 3 pagi baru tiduran.. itu kenapa aku suka ngantuk kalo diajak jalan keluar oleh suami.. yahh itulah hidup, untuk menggapai sesuatu kita harus berkorban terlebih dahulu, seberapa besar pengorbananmu itulah yang akan menentukan hasilnya kelak, sabar aja smua pasti ada nikmatnya.. itung-itung diet gratis, ketika orang-orang diluar sana pengen kurus seperti aku. aku tak perlu diet/puasa sudah kurus duluan hahaha..

Suami dan istri saling menemani, suamiku itu milikku, aku itu milik suamiku.. dari ujung kaki hingga rambut semuaaa milikku, perasaan senang, sedih, emosi, marah, dan lain-lain itu juga milikku. tidak ada kata memendam perasaan, semua luapan rasa harus terbuka tanpa ada yang harus ditutupi, kalo lagi ga punya sedih tinggal bilng saja apa yang bikin sedih, emosi, dari mana semua perasaan itu berasal ceritakan saja.. daripada emosi tiba-tiba ga karuan suami justru bingung asalnya darimana.. ini malah bikin suami/istri suka ga betah dirumah.. coba pikir kapan lagi aku bisa merasakan kebebasan untuk mencurahkan smua perasaan kalo bukan dengan suami/istri tercinta, setelah sebelum nya dengan orang tua, itupun kadang dengan orang tua masih banyak yang ditutupi.. jadi kenapa harus ada yang dirahasiakan atau ditutupi lagi..

Advertisements

After Marriage: Percaya dan terus berusaha..

This is stories not everyone could tell about it easily, because they think that this is taboo to be published especially for the unknown people. but not for me and my husband, my husband told me to share our story on blog, even though theres no something special on it.

For anyone who curious about our story after marriage you can read it or not.. everyone had their stories so ours too, who does or doesnt have any experience to tell from their life, we are not normal.. why should i say that..? for me its real but for you it is not normal.. life could be run according to you or your husband plan.. and us too..

Kami bahagia hingga sekarang ini, kehidupan berdua susah nya kerasa banget.. meski susah kami trus berusaha untuk membahagiakan diri kami berdua.. perasaan waktu married beberapa bulan lalu itu…. seperti berada didalam mimpi.. berlalu begitu saja.. yang tersisa adalah kebahagiaan tiada tara, tapi kebanyakan diantara couple lain diluar sana, justru merasa menikah itu adalah mimpi buruk.. kenapa? karena mereka tidak merasa bahagia akan pernikahan mereka.. selalu merasa susah akan finansial, atau masih merasa belum memiliki suami atau istri seutuhnya, atau justru merasa tidak bebas seperti dulu dikala masih pacaran atau single.. merasa menikah itu beban, menghidupi pasangan, membayar tagihan, mempunyai kewajiban baru, family is number one.. justru ada juga sebaliknya, setelah menikah semakin santai, hidup sendiri2 seperti layaknya bukan suami istri.. jadi apa guna nya menikah?

What marriage so special for us? kami menunggu 4 tahun lamanya untuk mempersiapkan lahir dan batin agar sah secara agama, negara dan juga masyarakat, menunggu agar diakui sebagai suami istri.. kalo mau kemarin2 kami ga harus menunggu bertahun2 pacaran agar bisa menjadi suami istri.. butuh waktu untuk siap lahir batin, dan juga membulatkan tekad, dan yakin kalo dia adalah suami terbaik untukku.. karena pernikahan bagiku bukan sekedar sebagai alat dan syarat, jadi harus dipikirkan serius sekali, life is unpredictable, you can plan it but you dont know what will happen on the future, you decide what path you take for your life.. hidup itu ga bisa di prediksi, bisa direncakan tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan, kita bisa memutuskan jalan mana yang diambil.. kami berdua selalu berkomitment ingin hidup bahagia bersama, susah bersama, bahkan mati pun kalo bisa sama-sama.. dia suamiku, susah nya dia juga susahku, begitu juga aku..

Cerita apa yang harus disharing kali ini.. Pertama setelah menikah? perasaan jadi pengantin baru itu, selalu berbunga-bunga namanya juga pengantin baru, masih wangi ya ga? this is what i supposed to do couples years ago, inilah yang harusnya aku lakukan bertahun-tahun lalu. Acara penikahan dan Resepsi, siapa yang tidak mengingkan pernikahan nya itu mewah, megah, meriah didatangi banyak sanak saudara, but we cannot afford it. kami bukan keluarga yang kaya, kami hidup apa adanya.. meskipun punya keinginan seperti itu tetap tidak bisa dipaksakan, dibuang jauh-jauh, terutama karena perihal malu ato masalah gengsi dengan keluarga besar, rekan kerja atau teman sejawat.. mengupayakan segala cara agar pernikahan tersebut terlihat mewah, duh langsung kepikiran butuh berapa duid buat menge-sahkan hubungan kami berdua.. 50jt? 100jt? 200jt? musnahlah sudah impian untuk hidup tenang dan bahagia..

Merasa malu cuma sebentar, tapi setelah itu, hidup ga berat-berat amat. yang merasa enakkan nantinya kami berdua.. karena aku ga mau nantinya setelah menikah, kami berdua telilit hutang besar akibat acara pernikahan dimasalalu, yang rasanya baru sebentar diadakan, tapi hutangnya butuh bertahun2 dirasakan.. kami berdua sepakat, untuk menikah apa adanya, diusahakan tanpa mengemis atau meminta bantuan dari orang tua atau keluarga, meskipun orang tua pasti membantu. karena yang aku pikirkan saat itu adalah, usaha gimana caranya secepat mungkin kami berdua memiliki rumah sendiri, menikmati quality time bersama-sama, merencanakan late honeymoon berdua di negara asing.. itulah impian berdua setelah menikah..

Setelah acara pernikahan, aku dan suami baru merasakan bahagianya hidup setelah berpacaran, meskipun masih ada sedikit tanggungan/hutang yang harus dilunasi akibat biaya tak terduga pernikahan dua pulau kemarin, tapi itu tidak begitu memberatkan, paling butuh satu tahun saja untuk melunasi, maklum suami masih honorer di kantornya, dan aku membantu seadanya, karena aku ini self-employed dirumah…

Setelah di sahkan nya hubungan aku dan dia, apapun yang dikerjakan berdua sekarang dihalalkan, tak lagi malu ato ragu salah, ga ada lagi yang namanya malu berpelukan atau ciuman.. didepan umum juga berani loh.. hayooo, coba kenapa harus malu.. aku dan suami selalu terbuka dalam hal apasaja, kadang aku suka bersikap manja kalo suami pulang kerja, suamiku juga suka bercanda yah khas nya dialah.. aku sayang dan cinta dia, juga dia pun sebaliknya, menyayangi dan mecintai diriku, ga ada salahnya menunjukan kasih sayang kepada orang-orang dluar sana. dari pada harus memendam dan menahan rasa.. Rasanya lebih legaa.. sensasi nya gimana gitu hehe..

Begitu pindahnya aku ke solo, aku dan suamiku hidup bersama dirumah mertua, sementara kami berjuang untuk punya rumah sendiri, aku bersama suami tinggal di rumah mertua, dan sudah disediakan kamar sendiri buat kami berdua. hehehe you know what i mean.. untuk punya rumah sendiri tidaklah mudah, banyak hal yang harus dipertimbangkan, tidak sekedar nabung, milih rumah, beli, lalu ditinggali, segala aspek harus ada, ini akan berguna jika nanti rumah itu sudah kami tinggali tapi itu butuh waktu, masih harus berusaha sedikit lagi untuk mewujudkan impian itu..

after marriage, ada banyak hal yang wajib disharing berdua, kini ga ada lagi kata-kata buatku sendiri atau buatnya sendiri, sekecil apapun itu harusnya diceritakan, dilarang memendam rasa sendiri, jika tidak suka akan sesuatu hal dalam diri suamiku, aku bilang kedia, begitu juga dia.. tidak baik kalo diam-diam sendiri, memendam emosi ato unek-unek tidak baik jika dibiarkan lama bahkan tahunan, ini berpengaruh terhadap keharmonisan berumah tangga, kita berdua sudah jadi suami-istri bukan lagi pacaran seperti dulu.. lebih baik dibicarakan daripada nanti bikin kita bedua lama-lama tidak harmonis lagi..

Contohnya saja, ada teman kerja wanita yang mengajak makan siang bareng suamiku, atau bahkan mengajak nonton bersama diluar jam kerja, suamiku wajib menceritakan hal tersebut kepadaku, meskipun takut tidak diizinkan, atau takut aku marah, suamiku wajib menceritakan smua hal yang terkecil kepadaku, karena dengan begitu istri merasa ada gunanya, istri merasa dipercaya, begitu juga aku, kalo ada hal-hal buruk tentang suamiku, atau cerita miring suamiku dikantor, jangan langsung di telan mentah-mentah, ada baiknya di proses dulu, edible ato tidak untuk dimakan tergantung hasil masakannya kan? kalo menurut logika, aku harusnya lebih percaya omongan suamiku dari pada orang lain, sekalipun suamiku itu tukang bohong atau pembual, karena sudah menjadi resikonya aku mau menikahi tukang bohong atau pembual.. suamiku pun harus percaya kepada kata-kata ku ketimbang orang lain diluar sana, karena istri lebih banyak tau dan paham sifat suami sendiri di banding suami nya orang hahahaha *kidding..

itu kenapa aku lebih memilih ikut suami jauh-jauh dari palembang ke solo, karena aku ingin mencintai dan menyayangi suami ku seutuhnya, tanpa ada rasa cemburu, rasa curiga, was-was bahkan mengidap penyakit galau akut.. berhubungan itu yang pasti-pasti aja, kalo ga pasti kebanyakan berujung pisah ranjang.. kalo harus berjauhan satu diantaranya harus mengalah, dan kebanyakan harusnya istri yang mengalah, aku ingin bersama suamiku karena aku ga kuat menahan kangen ku padanya.. meskipun aku percaya sama suamiku, tetap saja kurang berasa penikahan ini kalo tidak hidup berdua dalam satu atap/rumah.

mengingat cerita waktu masih pacaran dulu.. meski aku pun punya pekerjaan saat itu, sbelum aku memutuskan untuk tinggal di solo.. meninggalkan keluargaku yang harus nya lebih melindungiku ketimbang dia.. aku mengambil resiko itu karena aku yang ingin hidup, aku yang ingin merasakan pengalaman hidup, aku yang memutuskan dan aku jugalah yang merasakan resiko/akibatnya.. jadi apapun itu aku harus siap.. sekarang dia sudah menjadi suamiku, aku wajib ikutin dia, kemana pun dia pergi harus bersama, meski suatu saat dia ditugaskan keluar negeri ke afrika sekalipun, mau ga mau aku harus ikut, ato dia didinaskan ke papua, aku wajib ikut,, suamiku pun ketika aku memutuskan itu, dia juga berusaha untuk tidak mengecewakannya, berusaha bertanggung jawab, udah kewajiban sang suamilah mensupport lahir dan batin, begitu juga sebaliknya..

angkin bahagia nya menikah dengannya, sesusah apapun hidup ga kerasa, aku mengomel-ngomel tentang sesuatu hal, ada suami yang menyemangati.. aku sedih ato marah-marah, ada suami yang bikin tenang diri.. haha gimana ga bahagia, dikala suami pulang kerja, nyium baru keringat hasil kerja kerasnya hari ini, dueh antara happy dan ngga hihi..