A path


Im not in the state of mind to tell a story today.. Tapi aku memaksakan diri untuk menulis agar aku mempunyai tujuan dan makna dari apa yang akan aku tulis…

Bertahun2 telah kulewati dimana fasa paling menakjubkan dalam hidup ku, ketika aku melangkahkan kaki diatas bus jarak jauh perjalanan dua hari satu malam..

Aku rindu saat itu, ketika aku dibutakan pada pilihan yang aku belum tahu pasti akan mengarah kemana jalan itu… Akan berlabuh ke masa depan seperti apakah nantinya…

Namun saat aku berpaling kesosok ciptaan tuhan, “yaa. Aku punya tujuan… Baik buruk nya nanti kita lihat saja apa yang akan kuperbuat…”

Cinta… Tujuan akhir dimana saat itu aku masih terlalu muda… Mungkin bagi sebagian orang yang sudah berpengalaman… Mudaku mungkin terrlalu mudah untuk dihianati, disakiti, ditipu, dibohongi… Dan lain sebagainya…

Ternyata tidak.. Tuhan mempertemukan aku sosok yang begitu sempurna, bahkan bertahun2 bersamanya, aku saja lupa kalau dunia itu aslinya tidak seindah aku yang selalu menghabiskan waktuku bersama nya…

Kenangan.. Begitu indah, aku bahkan tidak bisa mengingat kapan terakhir kali aku dibuatnya menangis? Bahkan tidak pernah… 

Ketika dunia indah ku usai, bahagiaku kandas begitu singkat.. Bekalku untuk bangkit tidak terlalu lama, ku bawa duka ku, sambil berjalan.. Menuju arah lain…. Hingga kutemukan makna nyata arti sebuah kehidupanku ini…

Sebut saja aku orang gila, atau seorang wanita mempunyai penyakit mental, atau apapun sebutan kalian yang pantas untuk diberikan kepadaku…

Semakin hari aku semakin tidak peduli, seberapa banyak materi yang dapat kuhasilkan, seberapa pintar aku bisa menghadapi kehidupan.. Seberapa pantaskah aku mendapat pendamping dihari tua… It doesnt matter anymore…

World is never enough.. Its never end… Aku bukan bermaksud menggurui, menilai dari sisi spiritual atau apalah itu.. Apa yang kurasa? Aku juga pendosa, berbuat salah… Mencaci, membenci, semua itu aku lakukan, aku manusia…. Semakin besar luka dihati, semakin banyak pikiran yanv terpikir olehku aku makin sadar..

Jika tanpa kasih sayang-Nya… Aku mungkin sudah berakhir buruk entah kemana…. Kulepas semua atribut, kutatap satu arah pasti.. Memang tidak mudah bagiku, menjalani dunia ini…. Cibiran panas entah dari mana datangnya, seolah…. Baik burukku dinilai seberapa besar tampak baiknya aku dimata… Seberapa hebat tanggung jawab yang diemban, takkan ternilai jika bibir ini berhenti untuk membicarakannya…

Tidak mudah, meski begitu, aku akan terus dibuat tidak hidup seindah yang ku mau… Waktu terus berjalan, lukaku semakin dalam… Aku berpasrah, dan terus berjuang.. Aku tidak menginginkan hal duniawi, harta, kuasa.. Jika tuhan tidak memberikn aku tidak akan pernah meminta… Aku juga tidak akan memaksakan diriku lagi…

Aku lelah… Meski hanya satu arah tujuan saja yang entah berakhir kemana ini… Aku meminta yang terbaik bagiku, dan orang2 yang kusayangi sekarang…. Melindungiku dari buruknya apa yang kudengar… Menerangkan pikiranku dari pekatnya pikiran, kebencian yang teramat sangat.. Mengembalikanku seceria dulu lagi… Tersenyum tanpa henti, membawa aura positif dikehidupan dunia ini..

Satu langkah saja…. Untuk mengakhiri, dan memulai kembali… Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s