caraku memasak steak…


CutsofBeefKalian juga bisa mencoba nya dirumah🙂 kami berdua sangat menyukai steak, jenis steak apa saja, mulai dari steak has dalam, has luar, steak bagian perut belakang, steak rib eye (iga tanpa tulang), Steak T-bone (tulang iga berbentuk T). kami sudah mencoba menu steak di beberapa resto yang ada di solo, beberapa diantaranya menyajikan steak yang sangat lezat seperti yang diharapkan, ada juga yang menyajikan steak dengan tampilah menarik, tapi tidak semenarik harga dan tampalinnya, pokoknya endingnya mengecewakan..

Sangat mengecewakan saat kita harus bayar 150rb, tapi yang didapetin ga sepadan dengan yang kita bayar, steak nya dari potongan dari murahan, keras, dan ditumbuk kasar (biasanya ditutupi dengan sauce yang banyak diatas daging), ditambah lagi salad yang tidak segar.. mereka bangga menyajikan steak beginian dengan harga 150rb yang katanya daging import, tapi kok ending nya malah di tumbuk2 kasar gitu.. apa yang pemilik resto pikirin ya? mereka cuma mikirin untung besarnya saja, kami tidak mengharapkan penyajian yang cantik, kalo pas dimakan hasilnya mengecewakan, kalo sudah begitu jadi males buat dipoto-poto apalagi sharing di instagram/facebook ke teman-teman.. paling ngga mereka menyajikan steak yang sepadan dengan harga, ga perlu muluk2,, steak dengan berat 150gr saja, dengan dressing biasa, dan salad yang murah tapi segar, sudah cukup memuaskan, ketimbang steak abal2 dengan harga stinggi itu.. sungguh pengalaman yang buruk..

Saya berkata seperti ini bukan bermaksud mencongkakkan diri, tapi kami tau harga daging lokal dipasaran solo itu berapa, untuk daging lokal sekarang ini biasa dijual 95rb, itu pun sudah mengalami kenaikan, yang biasanya 80rb akhir tahun lalu, naik menjadi 95rb. dagingnya seger, ga frozen langsung dari pasar tradisional, tentu saja kami mengharapkan harga steak 150rb itu, paling tidak sepadan lah.. banyak pilihan daging yang ga harus di tumbuk kalo dimasak steak, disajikan dengan french fries dan salad sedehana saja sudah menguntungkan sekali.. anggap saja, kami yang masih hidup apa adanya ini, sudah mengerti perbandingan antara satu resto dan resto lain yang menyajikan harga lebih murah tapi kualitasnya sangat istimewa, dibandingkan dengan restoran kemarin, apalagi orang yang notabene duidnya ga habis2, tiap hari makannya daging.. apa ngga malu rasanya nyajikan steak segitu mengecewakan nya.. kasaran nya, 150K saya bisa beli daging has dalam sekilo lebih, di panggang diatas arang saja semua orang bisa menikmatinya. itu kenapa kami sekarang sudah jarang makan direstoran kalo ngga buat nyobain menu berbeda, karena lebih baik masak sendiri dirumah. kita bisa mendapatkan apa yang kita mau, dengan kepuasan tiada tara hahah😀

Beberapa tempat (ga akan disebutin satu2 tempatnya dimana, kalo pengen tau bisa kontak saya ya hehe), beneran menyajikan steak yang enak, ga cuma enak, kadang dari segi tampilan sudah menarik, penuh dengan rasa persis sepertinya dibayangkan, pertama kali nyobain makan disana langsung cobain menu steak, namanya steak daging import dari australia dimasak ala newyork, dah kebayangkan menggodanya? udah daging nya import cara masaknya import juga hehehe.. harganya juga masuk akal, 80rb aja lebih murah ketimbang restoran yang nyebelin itu.. tapi kualitasnya pas smua ada didalam sepiring porsi menu steak, kami mendapatkan daging steak has luar import katanya dari australia, tanpa ditumbuk kasar, jadi daging nya utuh. restoran ini percaya diri memperlihatkan daging nya, dagingnya yang lembut dan segar, gravy (saucenya) yang simple rasanya yang lezat, ditambah jamur yang diiris tipis dan ditumis, menambah rasa lezat dilidah, diatasnya diberi sedikit mustard, dan salad segar dengan french fries. sangat2 sepadan. tapi beberapa bulan yang lalu, ketika kami mencobanya kembali, harganya sudah melejit naik, pas banget saat harga bbm naik, sekarang harganya menjadi 120rb, dan kualitasnya diturunin.. sangat disayangkan sekali. jadi kami ga pernah makan disini lagi..

Di indonesia, steak itu salah satu menu mahal karena biasa dimasak ala kebarat-baratan, kita juga punya banyak menu dari daging disni, tapi dari segi lain, menikmati rasa asli dari daging dengan cara memasak yang sempurna itu mahal, apalagi yang masak itu seorang chef. Bagi orang awam biasanya berkata, sangat sulit untuk memasak daging dengan sempurna, ga tau caranya membuat saus yang enak, mereka juga ga tau cara membuat salad dan sausnya. atau bahkan mereka beralasan ga punya alat untuk memasak. itu kenapa mereka lebih memilih makan steak di restoran mahal atau bahkan kita juga bisa menikmati steak ala barat restoran pinggiran, dengan harga murah meriah.. kami ga sanggup makan steak di restoran mahal sekelas bintang lima setiap saat, karena harganya dah pasti ga ramah di dompet, plus lebih mahal ketimbang restoran yang ada di mall-mall, apalagi pinggir jalan, tapi sudah dipastikan soal kualitas ga perlu diragukan, kita juga ga bakal nemuin daging2 murah yang di tumbuk kasar sebelum dimasak, saus yang hambar, ato salad yang ga segar.  kalo pun ada, kita berhak marah-marah sama pelayan bahkan chef nya sekalian, kalo ada yang salah sama menu pesanan kita..

Untungnya bisa masak, jadi aku sudah lumayan sering masak steak, hampir setiap minggu menu steak pasti ada, bukan karena kita kaya bisa makan steak, tapi memang harganya lebih murah dan berkualitas ketimbang aku dan suami makan dluar cuma untuk menikmati steak yang mengecewakan, kita juga ga perlu ngeluarin uang 50K per orang, dan 100rb sepasang kadang lebih, untuk menu steak.. kita bisa puasa ga jajan diluar, karena aku dan suami berprinsip kalo bisa dimasak dirumah kenapa harus beli menu yang sama kalo bisa dimasak sendiri… Kami sering menemukan daging murah di supermarket, segar meskipun dari frozen tidak apek dan berjamur. kami sering tergiur membawa pulang daging tersebut dan diolah menjadi menu steak yang simple nan dahsyat. jadi sudah kapok nyoba2 in menu steak, tapi ujung2nya banyak yang mengecewakan.. Kami bedua pencinta steak.. biasanya dimasak rare (setengah matang), atau medium rare (sedikit mentah), jarang sekali makan steak yang matang banget.. kami lebih memilih ngabisin duid buat beli daging yang segar sudah siap dimasak.

Beberapa supermarket atau pasar tradisional menawarkan daging segar siap dipotong, harganya juga lebih terjangkau, 95rb – 130rb, tergantung jenis daging apa yang dipilih. semakin lembut daging tersebuat harganya juga semakin tinggi, biasanya daging yang keras dimasak buat rendang, harganya sangat murah 50rb-an, tapi untuk cara masaknya berbeda, daging untuk rendang tidak bisa di masak untuk steak, karena terlalu keras untuk dikunyah hehe..

Beberapa toko daging di pasar tradisional kadang ga ngerti caranya motong daging yang benar, jadi harus dibilangin dulu.. mereka suka motong daging seperti biasanya, buat dimasak sop, ato rendang.. jangan takut buat bilang, “Bu potongnya buat steak ya, ½ kilo aja bagi 3”, dengan senang hati ibunya memotongkan daging buat steak.. tapi jika ingin potongan daging sempurna, kering dan sudah siap dimasak, kita bisa membelinya di supermarket terdekat. soal harga juga sepadan, beberapa supermarket menjual banyak jenis daging yang tidak dijual di pasar tradisional, jadi sangat memudahkan kita untuk memilih jenis daging mana untuk dimasak sesuai kebutuhan, jadi ga perlu bingung. Penamaan biasanya menggunakan bahasa inggris, contohnya: chuck, blade, topside, sirloin, ato oxtail.. kalo tidak mengerti tanyakan saja sama mas-mas yang jaga, mereka lebih paham.. Daging yang fresh daging yang berwarna merah nyala, ato merah hati. kadang kalo kita lagi hoki, suka nemuin daging yang ada marbling nya diantara daging, seperti daging ala-ala wagyu australian. Daging sudah di potong rata2 150gr atau 200gr, bahkan kalo mau memesan khusus juga bisa, langsung aja pesan sama mas yang jaga, ato ke costumer services, kalau pengen bikin pesta daging bareng teman dan keluarga.. pesan seminggu, ato 3 hari sebelum acara, mereka harus mengecek ketersediaan daging, bahkan kalo ga available mereka bakalan kasih informasi dan konfirmasi ke kita.. dan jangan lupa, mintalah daging yang segar yang baru dipotong.

Steak itu rasanya enak banget, meski ga pake bumbu lebay dan rempong, kalo dagingnya segar saja dan cara masaknya benar, kalo kita belum mau masak steak, segera setelah dibeli, masukin daging tadi langsung ke dalam freezer, daging bakalan terjaga kesegaran nya didalam frezzer, ga akan jadi keras kalo dimasak, tapi kita akan mendapatkan banyak juice dari proses pembekuan tadi.. dan juga butuh waktu lama untuk mencair dalam kulkas bawah, ato suhu ruangan.. jangan sekali-kali merendam daging untuk steak dalam air, bakalan hilang sudah rasa lezat daging tersebut, baca terus sampe bawah yaa.😀

Aku mendapatkan daging has dalam seharga 25rb kemarin di lottemart “the park mall”. karena jarak rumah dengan lottemart tidak jauh, dijadwalkan tiap minggu kami suka ke lottemart buat sekedar ngecek fresh food, dan biasanya lottemart minggu pagi suka memotong daging fresh dihari yang sama, meski dari frozen tapi tetap saja ga hilang kesegaran nya.. tempat ini jadi tempat beli daging favorite saya dan suami. Selain lottemart ada juga pasar gede, tempatnya sangat jauh dari rumah, tapi tentu saja harganya pasti lebih murah dibanding dengan supermarket, soal kesegaran tergantung ya.. kadang toko daging juga ga setiap hari motong sapi, mereka juga masukin daging ke frezer jika kemrn dagingnya ga laku, dan dijual kembali esok harinya.. kedua tempat ini menyediakan daging yang bagus, tapi juga memiliki perbedaan tersendiri.

Di Pasar gede, kita bisa membeli daging dengan harga lebih murah, tak perlu ditawar sudah murah.. Daging masih utuh belum di potong-potong, dan dipotong saat ada pelanggan yang membeli.. mereka mengantung daging utuh di lapak masing-masing, gunanya, untuk meniriskan cairan dari air bekas mencuci daging, ato menghilangkan darah sehabis sapi nya dipotong.. kadang ibu yang menjual daging juga suka sembunyiin daging fresh dibawah meja jualan nya. kita ga bisa nanya bagian daging yang dibeli dengan bahasa inggris, seperti: “ada tenderloin bu?” atau “ada oxtail?” mereka ga bakalan ngerti, kita harus ngmong dengan bahasa indonesia, atau daging dengan julukan memasak nya, contoh: “daging buat steak yng lembut sekilo berapa bu?” ato “daging buat rendang ada bu?” kita juga harus paham dan tau betul daging nya, kadang juga ada yang mencoba untuk menipu, disaat kita menginginkan daging has dalam yang terkenal lembut, mereka justru memberi kita daging buat rendang, meski penampakan nya sama kalo di onggokkan diatas meja, tekstrus nya jelas berbeda, jadi kalo mau beli daging di tempat se-type pasar tradisional, harus jeli dan hati-hati ya.. Daging tenderloin bagian paling lembut dari sapi, ketika kita menyentuh nya, serat nya sangat lembut, sedikit berlemak, dan licin, jika di sentuh ga akan terasa berserat dan kasar meskipun dalam kondisi kering, sedangkan bagian daging lain yang yang keras, biasanya teronggok besar diatas meja, mempunyai tekstur yang kasar, karena serat nya banyak, kering tidak berlemak, dan kasar. cocok untuk rendang, di sop, atau di presto.

Kondisi daging di pasar tradisional juga kebanyakan basah, karena segera setelah mereka dipotong, daging nya dicuci bersih menggunakan air, bahkan dagingnya habis di freezer kemarin. mereka tidak punya kertas daging, sebagai pembungkus daging saat dibeli. mereka memberikan kita plastik kresek biasanya, dan beberapa orang juga mencuci lagi daging nya setelah sampai dirumah. sampai “bersih” sebelum dimasak, definisi bersih disini selalu disalah artikan, padahal di pasar sudah dibersihkan oleh penjual, dan dirumah juga dibersihkan, daging yang segar akan  hilang kesegarannya kalo dicuci terlalu sering.. dalam kasus ini, air juga berperan sangat penting menjadikan daging yang lembut menjadi keras, karena unsur lemak dan protein didalam daging sudah habis akibat pencucian berlebihan, itu yang membuat daging lembut menjadi keras. dan pada saat dimasak, daging steak harus lah kering, karena kalo berair, proses memasak diatas wajan untuk steak menjadi dikukus, karena daging terlalu banyak mengandung air didalam nya.

Pernah melihat acara di tivi seperti masterchef? ato acara memasak lainnya, terutama acara tivi luar negeri? ketika mereka membeli daging dari toko daging, mereka menggunakan kertas untuk membungkus daging, dan kalo di masterchef, biasanya saat mereka mengambil daging, mereka menaruhnya diatas handuk lembab, atau kertas. disini dindonesia caranya berbeda lagi.. seperti yang dijelaskan diatas..

meatCairan merah dari daging mentah sebenarnya bukan darah, cairan warna merah tersebut sebenarnya adalah cairan bercampur protein yang disebut myoglobin yang sekaligus memberikan rasa didalamnya. Jadi, semakin merah daging tersebut, berarti semakin banyak myoglobin yang terkandung dalam daging, beberapa orang biasanya suka mencuci daging segera setelah membelinya dari pasar, bahkan dari supermarket pun mereka merendam daging didalam air, dan mencucinya secara berlebihan, karena mereka salah mengira cairan merah yang terkandung dalam daging itu adalah darah.

Sangkin takutnya daging nya masih ada darah, kadang daging kelamaan direndam/dicuci jadi pucat warnanya, karena protein myoglobinnya terbuang percuma dalam air, protein ini juga memberikan rasa yang enak pada daging ketika dimasak, itu kenapa toko daging diluar negeri atau supermarket disekitar yang ngerti soal daging, punya cara sendiri buat menghilangkan darahnya, mereka cukup menggantung protein segera setelah disembelih, dan dipotong-potong sesuai bagian-bagiannya masing2, selama dipotong mereka menggunakan handuk hangat dan lembab, untuk membersihkan darah yang tersisa jadi daging tidak kehilangan cairan baiknya. Begitu daging laku terjual, tukang daging memberikan bungkus kertas, agar daging tetap bersih dan terjaga kesegarannya jadi bisa langsung disimpan dalam kulkas ato langsung diolah tanpa dicuci lagi.. kertas yang dipakai adalah kertas food grade yang biasa buat membungkus protein lain selain daging, plus suka dipakai untuk alas memanggang kue..

Kalo di pasar tradisional seperti pasar gede, kadang ibu2 yang jual daging yang rajin suka pake daun2an dari pohon sukun, dan biasanya juga pake plastik asoy biasa yang kadang juga berbau seperti zat kimia hasil recycle.. setelah membeli daging dari pasar tradisional, segera keringkan daging menggunakan tisu makan/handuk, jangan mencuci daging dengan air berlebihan, dengan cara direndam. Kalo ada kotoran bekas serpihan kayu, bolehlah menggunakan air mengalir, tapi jangan terlalu lamanya, kalo ngga nanti rasa yang bikin daging itu enak bakalan hilang..  setelah dikeringkan dengan kain bersih/handuk langsung disimpan didalam freezer seperti biasa..  atau bisa juga menggunakan tupperware ato wadah kedap udara lainnya..

Tapi jika kalo ga mau repot-repot beli di pasar tradisional. kita juga bisa langsung beli di supermarket yang menjual daging segar, harganya mungkin selisih banyak, tapi setara dengan kualitas yang ditawarkan. Daging yang segar berwarna kemerahan, kadang berwarna merah hati, tidak ada spot hitam ato merah menandakan daging masih segar, sudah dipotong rapi, di packing dengan styrofoam, siap untuk dimasak. Kalo lagi hoki suka dapet daging yang kualitasnya seperti wagyu, ada spot2 lemak dibagian daging nya.. seperti lottemark the park yang beberapa minggu ini menyediakan daging segar siap olah.. (ga bermaksud promosi ya). mereka menjamin kebersihan daging dan juga lottemart memberi alas penyerap cairan dibagian bawah daging disetiap packingan nya, jadi dijamin daging nya tetap terjaga kelembabannya tanpa cairan berlebih dan menganggu myoglobin didalam daging..

Aku langsung memasak daging yang dibeli dari lottemart langsung setelah tiba dirumah, ato kalo mau disimpan buat dinner nanti malam, beli nya harus pagi-pagi  saat weekend biasanya baru di potong stok baru daging nya.. aku simpan daging yang sudah dibeli didalam chiller room (kulkas bawah khusus bagian daging), tanpa di cuci lagi jadi langsung aja masukin sama kemasan nya. biar terjaga kesegarannya, tapi harus dimasak segera setelah waktu makan malam hampir tiba, jika belum ingin dimasak, daging harus segera disimpan didalam freezer, ato ngga bakalanga fresh lagi..

honey mustard steak

Daging segar aslinya sudah kaya akan rasa didalamnya, jadi aku ga perlu repot-repot dengan memberinya banyak saos seperti yang biasa restoran tawarkan, biarkan daging memberikan rasa lezatnya sendiri kepada kita. Kami juga suka menggunakan saus, seperti sauce creamy, saus jamur ato lada hitam.. tapi butuh waktu extra untuk membuat saus, dan kadang juga butuh uang tambahan untuk membeli cream yang harganya ga murah itu.. hehe jadi simple steak sudah cukup memuaskan buat kami..

Seperti beberapa minggu lalu, aku tidur siang dan lupa bangun, jam sudah hampir makan malam, bisa dibilang lewat makan malam haha😀, suamiku sudah laper pengen makan, soalnya emang dijanjiin makan malam mau dibikinkan steak, dengan mata yang separuh melek.. aku langsung ke dapur dan mengambil daging didalam kulkas yang sudah kusiapkan tadi pagi.. aku keluarkan daging dari dalam kulkas, diamkan daging disuhu ruangan, jadi tanpa air biarkan saja daging diatas meja, diamkan selama kurang lebih 30 menit.. sambil menunggu 30 menit, niatnya mo bikin salad, aku justru lupa kalo tadi pagi ga beli sayur..😀 hehehe jadinya selama nunggu daging ga dingin lagi, aku siapin dulu untuk saucenya..

30 Menit berlalu, aku cek daging nya.. sambil di tekan dengan jadi masih dingin ato ngga bagian tengah nya.. kalo masih tambah 10 menit lagi, tapi kalo sudah engga, ambil tissue makan, ato handuk kering, di lap-lap sedikit daging sampe cairan yang ada permukaan kering.. lumuri dengan sedikit garam dan merica di seluruh permukaan, lalu panaskan minyak zaitun ato minyak sayur biasa dalam wajan teflon anti lengket dengan api yang besar… Taruh daging diatas wajan yang panas, Masak 3 minute untuk masing2 sisi.. disaat terakhir 1 menit sebelum diangkat, aku masukin bawang putih geprek dan butter, dan  masak lagi untuk 2 menit.. Matikan api lalu angkat steak kedalam piring, biarkan aja steaknya sebentar diatas piring.. Sambil nunggu, aku goreng frech fries aja buat nemenin steak, jadi makannya ga pake nasi.. tapi kalo suami suka nya pake nasi biar kenyang katanya.. kalo aku sih kentang goreng bikinan sendiri ato dalam kemasan dihajar aja.. sama2 ngenyangin.. hehe

Karena kami ga punya pisau steak, buat makan ala2 barat gitu, jadi aku minta suamiku buat motong2 steak sebelum dimakan, gunanya biar mudah aja tinggal pake garpu ato lngsung pake tangan hehehe.. Susun rapi diatas piring steak yang sudah dipotong tadi, beri french fries disamping nya, dan kasih bawang putih yang tadi dimasak bareng steak,, kalo ada juice butter yng tersisa boleh juga di tuangi.. dan terakhir beri sauce yg di buat tadi diatasnya.. sauce yang aku buat simple kok, cuma 1 tbs madu dan 1 tsp mustard di campur jadi satu.. langsung dihajar selagi hangaat.. eits jgn lupa dipoto2 dulu hehe😀

Kami bedua suka sekali cara masak steak yang medium rare bahkan rare sekalipun, bahasa awamnya itu setengah matang, jadi sedikit gosong diluar,, tapi berwarna pink didalam.. beberapa kali sudah masak steak jadi sangat mudah untuk tau kalo daging yang dimasak itu rare atau medium rare bahkan well-done (matang sempurna), ga perlu termometer untuk mengukur, cukup gunakan jari saja dan lamanya memasak. jadi semakin tebal daging nya waktu masak nya juga bertambah, kalo tipis masak nya juga semakin cepat.. kuncinya adalah penggunaan api, diharuskan menggunakan api besar ato sedang untuk memasak steak.. fungsinya saat memasak steak, dengan segera setela daging menyentuh wajan, cairan yang kaya akan rasa didalamnya akan terkunci aman didalam daging, selama proses masak berlangsung, juice akan keluar saat waktu daging diangkat dan didiamkan diatas piring.. nanti akan keliatan cairan seperti air, kadang berwarna merah gelap seperti darah.. (actually isnt blood, read here) cairan itulah yang membuat daging jadi juicy.. Cairan berwarna merah tersebut mengandung banyak rasa dari daging segar yang kita beli, berasa dari serat dan lemak yang bercampur dengan protein.. beberapa koki menggunakan cairain tersebut untuk membuat sauce loh..

Berbeda lagi kondisi nya jika kita memasak daging steak menggunakan api rendah, seperti kita memasak ayam.. Akan memakan waktu lama untuk membuat bagian luar matang bahkan dengan api rendah, juice yang ada didalam daging akan perlahan2 keluar ke wajan, dan membuat daging perlahan direbus.. ato dikukus seperti menumis.. olehnya kita akan mendapatkan daging seolah-seolah2 direbus perlahan2 juice akan hilng, dan daging jadi matang seutuhnya.

Kita bisa menggunakan berbagai macam jenis bumbu buat memasak steak, saya pribadi lebih suka menggunakan garam dan merica (lada hitam) kadang, kalo ada rosemary segar disupermarket suka beli harganya juga murah cuma 3000 saja.. bisa juga menggunakan bumbu kering, seperti rosemary kering, thyme kering, ato bumbu italian yang ada di supermarket.. tentu saja butuh uang lebih buat beli bumbu tersebut hehehe.. masukkan bumbunya bersamaan dengan bawang putih, agar tidak gosong, cukup masak saat 2 menit terakhir saja.. waktu yang cukup agar butter dan olive oil menyerap rasa dan memberikan rasa kedalam juice dan daging.

kita juga bisa menggunakan berbagai jenis saus, ato beli yang sudah jadi, ada banyak jenis sauce siap masak dipasaran, sauce bawang, sauce jamur, saus lada hitam, saus barbeque, dan lain-lain yang siap di olah tinggal menambahkan air, atau dipanaskan saja menggunakan microwave atau kompor. hanya butuh sedikit cara, dan itu sepadan.. kadang aku menggunakan cream memasak, di wajan yang sama setelah memasak steak, langsung beri cream memasak diatas panci, rebus sebentar dengan api kecil, sampai mengental.. beri sedikit keju cream, ato cheedar parut dan lada hitam..  untuk membuat saus jamur, tinggal potong2 jamur putih, tumis dengan bekas memasak steak hingga kecoklatan, masukkan sedikit air dan krim memasak, lalu masak hingga mengental.. atau cuma pakai madu dan mustard, sederhana tapi rasanyaaaa bikin ngiler smua orang.. haha

Selain steak dan sauce, kita juga bisa membuat hidangan sampingan, seperti salad ato french fries yang hampir setiap orang suka.. atau bisa juga dengan rebusan sayur kesukaan, seperti bayam, brokoli, wortel, kembang kol, atau asparagus.. bisa juga membuat salad dengan sauce mayones, sebagai dressing.. atau punya madu, tinggal di tuangin aja ke dalam salad.. Beneran, hampir apapun bisa dilakukan dengan potongan daging 150gr dengan harga 25.000 dengan daging yang murah, kita bisa buat hidangan lebih enak dari restoran yang harganya bisa buat makan 3 orang, dan membuat smua anggota keluarga bahagia.. Buat minuman? sederhana saja, es syrup, es teh ato thai tea, apa pun didalam kulkas, buah-buah sisa di blender jadi juice tambahin susu sedikit dan gula udah bisa jadi minuman enak..

Berpikir dua kali sebelum order steak, kita ngabisin uang banyak buat steak tapi ujung2 nya malah kecewa, lebih baik menghabiskan uang buat beli alat memasak yang bagus dan tahan lama  bila perlu yang mahal sekalian, ketimbang tiap kali pengen makan steak harus ngabisin duid buat menu steak yang biasa saja.. ujung2 nya ke toilet juga malah nyesel akhir bulan ga bisa makan enak. jika kita terbiasa dengan restoran yang doyan bikin kecewa, bikin prinsip saja, nanti lama2 masuk ke akal juga “ngapain kita pesen menu mahal-mahal bisa dimasak sendiri dirumah dari pada kecewa”. kecuali jika menunya ga bisa dimasakin sendiri, dicoban boleh, tapi dipelajari, trus bikin sndiri deh dirumah..

Prinsip ini hanya berlaku buat orang-orang yang masih bergantung sama UMR ya, kalo buat orang kaya, berduid jajan 1jt sehari, saya no comment😀 .. haha

terimakasih sudah membaca..🙂 jangan lupa di praktekin ya..

 

 

4 thoughts on “caraku memasak steak…

  1. Like it!
    Beberapa kali bikin steak, belum berhasil2 aja, terlalu well done. Pakai happycall, api kecil, dan ditutup, salah ya (ternyata).

    Besok2 mau coba praktekin lagi, mumpung daging steak murah. Mohon doanya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s