Tentang Kehidupan: Grateful…


Bersyukur itu artinya berterimakasih.. berterimakasih kita diberi kekurangan, berterimakasih atas segala kelebihan.. punya kekurangan? sapa sih yang ga kesel, aku pun kadang kesel emosi punya kekurangan ini dan itu.. tapi justru kekurangan itulah yang membuat aku sadar ketika aku mendapatkan kelebihan.. sadar untuk introspeksi diri kenapa aku diberikan kekurangan sedemikian rupa, maksudnya apa? apa aku belum pantas untuk menerima kelebihan? apa aku belum pernah bersyukur saat menerima kelebihan?

HISTORY

Aku terlahir dari keluarga yang tidak punya, smua serba pas, ayah ibu ku memulai kehidupan semua dari nol, dari susah, dari ga punya apa-apa. mereka termasuk keluarga yang tidak punya.. Ayahku diantara sanak sodara lainnya yang berpendidikan bisa menginjakkan kaki ke perguruan tinggi. ayah ku menempuh pendidikan untuk menjadi perawat disalah satu rumah sakit semarang waktu itu, nasib justru berkata lain, karena ulah teman nya yang menjengkelkan, ayahku yang emosian justru melepaskan tinjunya ke temannya itu, yang membuatnya harus di DO.. menyesal? justru tidak, karena ayahku bertindak benar, dia ga menyesal harus di DO gara-gara tindakannya itu.. Perjuangannya tidak berhenti seketika itu juga, ayahku mengubah jalur hidupnya ke bagian pendidikan menjadi seorang guru bahasa inggris di SMP dan staff karyawan ASKES.. mengajar di sekolah kampung pedesaan.. sampai akhirnya bertemu dengan ibuku.. ketika itu ayah sedang bekerja sebagai karyawan ASKES, saat itu ibuku merupakan salah satu calon pemegang ASKES.  yang sedang berkonsultasi dengan ayahku.. ceritanya panjang sampe akhirnya mereka jadian dan pacaran..

Ibuku saat itu adalah seorang staff, bahkan ibuku juga dari keluarga tidak punya, nenekku petani, punya kebun sayur yang justru untuk menghidupi anak-anaknya, sejak kepergian kakek, nenek sendirian banting tulang menafkahi anaknya, ibuku anak bungsu dan 6 bersaudara, yang hanya menginjakkan kaki sampai SMA, Susah nya hidup di jalanin dengan ikhlas.

pernah suatu hari aku mendengarkan cerita mereka saat dulu mereka masih kecil dan SMA, sampai akhirnya ayah dan ibu sering bertemu dan menikah, seringkali saat aku di hukum karena melakukan kesalahan, orang tua justru sering membanding-bandingkan dengan pengalaman mereka yang susah, jaman boleh berubah yang nama pengalaman justru ga akan terlupakan..
Ayah ku sering bilang, Anak jaman sekarang lembek.. jalan kaki 10 meter aja udah ngos-ngosan. Ayah dulu 10KM nempuh jarak dari rumah kesekolah, lewat sungai dan sawah.. belum lagi baru dimarahin guru langsung lapor sama orang tua, dlu dimarahin bukan diomelin saja, sampe di pukul pake kayu gelam (balok kayu) ga ada masalah.. dan sekarang baru kerasa semua omongan ayah ku itu benar..

belum lagi ibuku, suka membanding-bandingkan susahnya hidup mereka dulu dengan kami anak-anaknya. aku kadang kesal mendengarkan cerita mereka, logikanya memang jaman harus berubah, dulu sekarang jelas beda, dulu itu jaman masih naik sepeda, skarang sepeda motor udah jutaan pengguna.. saat itu umurku masih kecil.. dan sekarang, setelah semua nya lewat, dan aku sudah punya suami dan sebentar lagi merencanakan hamil. aku justru teringat dengan cerita ayah dan ibuku, juga nenek ku saat beliau masih hidup. yang hampir smua cerita mereka menjadikan aku manusia saat ini..

GRATEFUL

aku tersadar, ketika cerita itu mulai samar-samar dipikiranku kenapa mereka ga pernah bosen menceritakan hal-hal yang aku sering anggap sepele.. karena mereka mengajak aku dan adik-adikku bersyukur, justru beda dengan anak yang jarang mendapat nasehat bahkan di ceritai oleh orang tuanya.. orang tua memang begitu sapa pun ingin anaknya lebih baik dari diri mereka.. harusnya kita bersyukur tidak hidup pada masa mereka, kalo sudah terbiasa hidup enak, saat diberi kesusahan justru kita jadi stress, mental breakdown, bahkan ada yang frustasi dan jadi gila. otak dipakai untuk tidak berakal sehat, pikiarn picik dan menghalalkan segala cara agar kita tidak susah atau terpuruk.. beda sekali dengan anak-anak terlahir kaya, dengan anak-anak yang terlahir miskin dan berusaha untuk kaya..

aku bersyukur dulu hidupku susah, terlahir dari kedua orang tua yang punya pengalaman hidup pahit dan manis bersama, belum lagi kisah romantis ayah ibu yang sering terngiang dalam pikiranku.. yang membuat aku menghargai arti seseorang, meskipun kenyataan nya pernah berbicara lain, namun itu lah resikonya, prinsipku tetap sama, kadang kita punya kepercayaan yang membuat aku justru bertahan dan tegar, ketika dikhianati aku terkejut dan berpikir kapok dan ingin bunuhdiri, rasanya memang sakit, tapi untuk sementara saja, karena begni lah hidup ga punya pengalaman justru akan membuat diri dibodohi, terus berusaha agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.. berusaha hidup bahagia dan senang karena usaha kita sendiri.. aku menghargai cerita ibu dan ayahku semasa hidupnya.. aku bersyukur sekali masih teringat kisah mereka, aku sekarang justru senang, karena orang tuaku punya cerita untuk diceritakan kepada anak-anaknya..

ketika sianak bertanya, ayah ibu dulu pertama kali ketemu dimana? yang nembak (istilah jaman skarang) duluan sapa? ayah kerja dimana? ibu waktu itu lagi ngapain? nikahnya dulu gimana? trus sampe hal yang paling penasaran. smua pertanyaan ku dijawab, namun sayang aku belum sempat bertanya kepada ayah, ayah sudah tiada..

aku bersyukur meskipun dulu aku terlahir disaat kami tidak punya apa-apa, aku justru mengenal namanya usaha, punya pengalaman susah senang, pernah merasakan yang namanya mau enak nya sendiri.. yang mana yang benar dan yang salah, yang mana boleh di lakukan yang mana yang dilarang, punya pengalaman pahit, dan berusaha agar tidak jatuh kejurang yang sama..
Manusiawi memang, sebaik-baiknya aku melayani diriku dan orang lain dengan baik, pasti ada balasan yang baik juga.. sejelek-jeleknya aku melayani diriku dan oranglain dengan jelek, balasan yang jelek pun bakalan datang menghampiri kita..

Pengalaman hidup seseorang itu tidak sia-sia, kita yang mengalami ato orang lain yang mengalami pasti kedepannya akan berguna, mendengarkan kisah, fakta atau bohong biarkan pengalaman yang berbicara. disaat yang miskin menjadi kaya, ato disaat yang kaya menjadi miskin, disaat yang tinggi hati sedang berkuasa, nanti ada masanya dimana yang tinggi hati terkucilkan, hidup dalam kesusahan abadi..

AKu bersyukur bisa merasakan bahagia sekarang ini, berterimakasih sekali justru kehidupan ku dulu yang pahit membuah kan hasil sekarang ini, pengalaman buruk masa-masaku sudah terlewati. kini saatnya aku bersemi menikmati manisnya buat yang ku tanam sejak dni.. aku mendapatkan seseorang yang mau menemaniku susah senang bersama, semua terbayarkan sudah.. merasa bersyukur dengan jalan hidupku dari lahir hingga sekarang ini.. suamiku yang justru aku anggap dirinya adalah bayaran atas susahnya hidupku selama ini.. semua jalan pasti ada akhir, semua kesusahan pasti ada kesenangan. ga selamanya hidup susah, dan ga selama nya juga hidup senang, susah pasti akan kembali datang, tinggal aku menanggpinya dengan berlebihan atau dengan ikhlas..  ketika kebahagiaan itu tiba jangan lupa untuk berbagi dengan sesama..

Hidup hanya sekali, kalo sudah mati, ga akan bisa berbagi lagi :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s