Bicara Tentang Sambal..


Indonesia, Negara paling kaya dan beragam jenis sambal nya, dari sabang ke marueke ada banyak jenis sambal di tiap daerah… hari ini ga bahas satu-satu nama sambal itu.. hahaha hari ini ngmongin sambal..
Gimana sambal favorite mu?

yang seperti ini?

1043433721_1366077963

yang ini?

sambal-bawang

ato yang ini?

sambelpadanghes

Siapa yang ga doyan sambal, kecuali anak-anak dan orang yang ga suka cabai..
tiap orang juga beda-beda lidah nya, ada yang suka sambal ga pedas, sambal pedas, bahkan yang pedas pedas sekali banget banget sampe bikin hidung ga bisa napas .. namanya sambal ya emang pedas, yes?

Bahan dasar sambal itu ada 4 macam, yaitu Cabai, bawang merah, bawang putih dan Garam. takaran sesuka hati sesusai yang di inginkan.. di tiap daerah sambal bisa di tambah apa saja yang bikin sambal tersebut enak, ada terasi, tomat, buah-buahan seperti  mangga, belimbing , sambal yang di tambah protein seperti udang, ikan, jeroan dan lain-lain..

kalo saya pribadi dan suami, suka sambal yang pedas nya standart, dalam artian ga terlalu pedas dan lidah masih bisa merasakan rasa enaknya akan bumbu si sambal, ya kira-kira satu porsi sambal itu 7 – 8 buah cabai merah, karena kami berdua penikmat makanan yang menghargai cita rasa jadi sambal juga harus punya rasanya sendiri jadi ga asal pedas, pedas, dan pedas.. tapi justru sekarang pedas standart di mata masyarakat itu sudah berbeda, pedas standar mereka justru pedas sekali.. pedas yang di tambah rawit, dan pedasnya saat pertama dicoba sudah bikin lidah terbakar.. dan kadang menurut saya pedasnya justru ga manusiawi

Pasalnya kemarin, aku dan suami makan di ayam bakar diluar, kami memesan ayam bakar dan kepala bebek goreng, dan biasanya menu disajikan bersama lalapan dan sambal, nah bagian ku dapetnya sambel terasi, sedangkan suami dapetnya sambal bawang, satu menu lagi yaitu terancam, pikiranku terancam itu justru ga pedas, mungkin pas lah sembari menyantap sambal yang pedas yang di hidangkan bersama menu..

kami sudah paham dengan pedasnya sambal di kota solo ini, pedasnya itu apa saja di campur rawit, dengan alasan karena cabai merah mahal, dan tak sedikit juga yang mengurangi porsi bawang disambalnya itu yang justru bikin sambal itu hanya berasa pedas, pedas, dan pedas, justru karena paham jadi kami jarang skali menghabiskan sambal setan itu hehe.. ada juga tempat makan yang massih manusiawi sambalnya.. dan nafsu makan kami jadi bertambah biasanya kami menghabiskan sambal tersebut ga bersisa..

karena sudah tidak tahan,  aku pikir mereka itu seperti tidak menghargai lagi rasa makanan, karena menu yang dimakan rasanya jadi pedas doank.. manisnya ayam bakar sudah hilang rasanya karena pedasnya sambal tersebut, terkaget lah kami ketika menemukan sepucuk sambal di atas menu terancam, kami menyisihkan sambal tsb, dan ternyata parutan kelapa tersebut juga sudahah diberi cabai juga.. lengkaplah sudah hari itu meskipun kami sudah berhenti menyocol sambal, sampe akhir suap pun pedas nya masih tergahar-gahar.. sebenernya bukan ini saja, sudah banyak tempat makan yang kami kunjungi dan akhirnya selalu sama, justru puncaknya kali ini.

dibeberapa kalangan mungkin hal itu biasa saja dan ga perlu dibesar-besarkan, karena meraka suka sekali sama rasa pedas si sambal setan itu, sambal yang hanya terasa pedas.. berbeda dengan kami yang ingin sekali menikmati sambal yang ga hanya pedas, tapi juga bisa merasakan rasa bawang, dan bumbu lain yang ada di sambal, dan kalo di makan bersama nasi dan lauk, bisa membuat nafsu makan bertambah..

Ini beberapa alasan kenapa banyak penjual makanan disana menghidangkan menu sambal yang super gahar itu…

  1. banyak yang bilang KURANG PEDAS jadinya menambahkan jumlah cabai, karena cabai merah mahal. jadinya mereka menggunakan cabai rawit merah yang terkenal pedasnya..
  2. Irit Bawang, Bawang mahal.. jadi lebih baek banyakin cabai rawit, lagian sambalkan pedaas, kalo ga pedas makan gula aja sana..
  3. Biar Hemat, kalo di bikin pedas kan sambalnya ada sisa, jadi ga perlu bikin sambal lagi kalo kehabisan..
  4. kalo ga gahar nanti pada minta nambah lagi sambelnya,, habis donk sambelnya..
  5. kalo ga mau pedas yang ga perlu dimakan sambal nya..

Yang begitulah, dimana pun yang enak tetep sambal bikinan rumah.. pedas nya bisa diatur dan takarannya juga sesuai selera.. sepanjang perjalanan kuliner kami, hanya satu tempat yang benar-benar sambalnya manusiawi, dan tempat tersebut justru laris manis alasan kami kesana karena sambal terasinya enak dan masih manusiawi.. kami masih tahan Pedasnya masakan padang, apalagi sambal balado pedasnya masih bisa dihajar..

Inilah unek-unek saya seputar sambal.. jangan terlalu dimasukan kedalam hati, nanti jadi sambel ati lo haha..

thank you for reading

Image credit: various source from google.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s