Persiapan Part 2: KUA


Ga terasa dah H-1..  Inti dari smua urusan menjelang pernikahan itu adalah berurusan dengan mana nya KUA, Bagi aku ini pengalaman pertama, sama saat waktu pertama kali berurusan di kantor kelurahan dan kecamatan untuk ngurusin KTP.. tapi bedanya yang satu ini, ngurusin yg namanya penentuan hidup, Jadi ngga nya sebuah pernikahan di putusan dari badan KUA ini.. Cieilleeehh bahasanya berat..

Aslinya sih bukan aku yang urusin secara langsung, ibuku sendiri yang urusin surat menyurat nya, kata KUA disana, harusnya ibuku ga perlu repot2 lagi ngurusin surat menyurat, karena di solo sudah di urusin, tinggal titip nikah aja istilahnya tapi ternyata aku ikut pusing juga akibat ulah KUA terkait yang bener2 money oriented..

Ini jadi ajang aji mumpung buat petugasnya.. kenapa ngga. pasalnya sony yang sudah di wanti-wanti sama ibuku untuk segera menguruskan surat nikah ke KUA. tapi karena kemarin saat ke palembang sony sudah sempat ke KUA menanyakan kepada petugas terkait perihal apa saja yang dibutuhkan plus kapan urusan itu bisa di mulai.. si petugas bilang harus mendekati hari H, karena kemungkinan besar banyak terjadi kasus batal nikah.. jadi harus di pastikan mendekati hari H baru bisa di urus..

Sony yang serasa baru pertama kali married, setuju saja dengan perkataan petugas tsb, yang logikanya, kalo mengurus hal penting seperti ini harusnya paling tidak 2 bulan sebelum hari H, mengingat ini negara indonesia yang urusan segala macam seperti ini suka di perpanjang alias delay..
Klop banget dengan ibuku yang juga pengalaman pertama menikahkan anaknya, ibuku tak mau kalah, beliau ke KUA setempat menanyakan hal yang sama, yang paling penting yang ibuku ungkapkan adalah.. karena si capeng sama-sama ber KTP Solo, nikahnya bagaimana..? apa nitip nikah disni? karena kan surat semua yang urus di kantor KUA sana.. dan ternyata tidak seperti itu..

Entah bagian mana yang bisa bikin make sense, dan seharusnya benar, urusan di KUA sini harusnya tidak perlu panjang, karena kedua mempelai ini sama2 ber KK solo, Ber KTP solo, dan hanya saja menikahnya numpang di SAH kan di Kota Palembang, dan benar itu namanya nitip nikah.. tapi mungkin caranya sudah berubah kali ya, ibuku di mintai surat-surat penting sama seperti sony.. whats make us different then?

dan benar ternyata urusan nikah ini sudah bisa di urus jauh-jauh bulan sebelum hari H, dengan syarat… keyword “dipercepat” urusan nya itu memerlukan biaya yang tak biasa.. Sony kelar urusan dengan petugas KUA, menghabis kan uang yang lumayan ya, untuk seukuran pegawai kontrak.. satu hal lagi, urusan tersebut tidak dselesaikan langsung di kantor namun di rumah pegawai tersebut.. urusan selesai dan ga perlu pusing2..

Keyword “dipercepat” itulah yang menjadi intinya. Urusan bisa di percepat tanpa perlu ngantri. kita juga sebagai WNI juga mau nya yang cepat selesai.. Namun syaratnya yang itu tadi.. Hmmm.. alasannya, kita di berikan servise VVIP yaitu, surat yang di ketik komputerisasi, dan juga kita di coret dari waiting list artinya urusannya tidak perlu ngantri.. yah bandingkan saja sama orang-orang di luar sana yang tidak menggunakan keyword “dipercepat” tadi, berarti bisa berbulan-bulan urusan nya.. What a mess..

dan ternyata yang berbau uang itu ga berhenti disana aja. Setelah surat nikah dari solo datang, kilat setelah sehari selesai urusan dengan pegawai disana, ibuku tanpa menunggu lama langsung pergi ke KUA setempat untuk melaporkan kembali dan sekaligus memberikan surat tsb kepada pegawai KUA.. karena kmrn suratnya di dalam Amplop yang sudah bertuliskan KEPADA YTH, Plus sudah Di VINIL Rapi. jadi aku ga bisa liad apa aja isinya.. dan ternyata setelah di laporkan ke KUA setempat, itu adalah surat-surat penting yang di perlukan untuk nikah di palembang, dan belum termasuk buku nikah. yang arti nya buku nikah diterbitkan di KUA sini..

Yang benar saja, urusan tak selesai di sana, ibuku kembali menanyakan perilah biaya yang dikeluarkan untuk urusan ini. si petugas menjawab cepat sekitar 500rb.. Uang lagi donk berarti.. Ibuku yang notabene ga mau ambil pusing dia langsung iya aja.. aku syok setelah mendengar cerita dari ibuku yang pulang dari rumah petugas itu.. Buku nikah yang masih harus di terbitkan dari KUA sini, juga katanya ga perlu mengamplopi penghulu lagi..

Wah berarti disni lebih parah donk dari solo.. tapi jaminan nya, urusan selesai dan nikah terjadwalkan tanggal 13 Januari 2013.. Make a wish..
and now urusan itu belum 100% positiv selesai, karena ibu masih harus kesana lagi untuk menanyakan perkembangan terakhir, dan semoga saja ibuku tidak di peras oleh petugas tersebut.. Sebenarnya aku kasihan, ibuku harus sendirian mengurus urusan kepentingan nikah ini, yang padahal Uwak ku menawarkan untuk menemani ibuku kalo berurusan ke KUA, tapi yng namanya orang tua dia ga mau pusing.. yang penting BERES..

Miris sekali sebenernya.. untuk kalangan yang tidak mampu mungkin menikah itu terbilang mahal, itu kenapa ada pernikahan massal gratis. ato mungkin untuk kalangan keatas konglomerat menikah bisa murah sekali meskipun biaya administrasi yang ditawarkan Sejuta lebih.. yang bikin mahal karena petugas macem ini-nih.. Biaya administrasi yang tidak seberapa (baca: dibawah seratus ribu) berubah cetar membahana halilintar, akibat aji mumpung sekali seumur hidup kali ya..

yang penting sah secara agama dan hukum.. itu yang diinginkan kita berdua tanggal 13 januari 2013 nanti.
Amin, doakan saja lancar jaya urusan KUA ini ya. kita tunggu aja perkembangan selanjutnya dari KUA setempat..

aku juga sebenernya males sih.. males berurusan dengan civil servant.. Hufftttt..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s